Penyakit jantung memiliki banyak jenisnya, dua di antaranya adalah serangan jantung dan gagal jantung. Beberapa orang menganggap dua istilah ini adalah kondisi gangguan jantung yang sama. Pada kenyataannya, meskipun sama-sama permasalahan utamanya ada pada jantung, dua penyakit ini jelas berbeda.
Gejala, penyebab, hingga penanganannya juga yang berbeda antara satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengetahui perbedaan kedua penyakit jantung ini agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Pengertian Serangan Jantung dan Gagal Jantung

Serangan jantung muncul akibat adanya penumpukan plak berupa gumpalan darah, lemak, dan sejenisnya yang membuat darah tidak dapat mengalir dengan lancar dari jantung ke seluruh tubuh. Serangan jantung bisa terjadi secara mendadak tanpa aba-aba.
Sedangkan, gagal jantung adalah kondisi otot jantung yang melemah sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal lagi ke seluruh tubuh. Gagal jantung muncul secara bertahap dan bisa merupakan komplikasi dari kondisi jantung yang lainnya.
Kedua kondisi ini merupakan penyakit serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Kabari orang sekitar tentang penyakit Anda agar mereka bisa melakukan penanganan yang tepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan secara mendadak.
Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung dari Segi Gejala
Dari segi gejala yang timbul, ada beberapa perbedaan antara serangan jantung dan gagal jantung. Namun perbedaan kedua jenis sakit jantung ini memang tidak terlalu jauh. Karena pada dasarnya akar masalah dari keduanya adalah karena kinerja jantung sudah tidak optimal seperti jantung normal pada umumnya.
Berikut adalah beberapa gejala yang bisa timbul jika seseorang mengalami serangan jantung:
- Nyeri dada yang dapat menjalar ke leher, bahu, lengan, dan punggung.
- Kesulitan bernapas dan napas pendek-pendek. Gejala ini lebih sering dialami oleh wanita.
- Sering mengalami kelelahan yang berlebihan meski hanya melakukan aktivitas kecil. Gejala ini juga disertai dengan munculnya keringat dingin.
- Kepala terasa pusing, yang disertai dengan rasa mual dan muntah.
Sedangkan pada penderita gagal jantung, ada beberapa gejala yang bisa muncul. Berikut daftar gejalanya.
- Sulit bernapas, terutama ketika dalam posisi tidur. Oleh karena itu, gejala sesak napas bisa semakin buruk saat malam hari.
- Batuk yang tidak kunjung berhenti juga dapat terjadi. Batuk juga akan semakin parah ketika tubuh dalam posisi tidur. Jadi, ketika batuk terus menerus, sebaiknya segera bangun dari tidur dan duduk.
- Mudah cemas dan ada perasaan linglung.
- Muncul edema atau pembengkakan pada perut, pergelangan kaki, dan kaki.
- Tubuh mudah lelah dan mengantuk.
- Memiliki aritmia atau kondisi sistem kelistrikan jantung yang bermasalah, yang membuat jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.
Untuk memastikan bahwa gejala yang dirasakan adalah serangan jantung atau gagal jantung, sebaiknya segera konsultasikan pada ahlinya. Dengan demikian, kondisi jantung bisa lebih cepat ditangani agar tidak semakin memburuk.
Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung dari Segi Penyebab

Penyebab utama serangan jantung adalah karena adanya penyumbatan pembuluh jantung oleh plak. Plak atau sumbatan ini menebal seiring bertambahnya usia dan memiliki pola hidup yang buruk, seperti sering mengonsumsi makanan berlemak, manis, dan tinggi garam.
Namun, tidak semua serangan jantung disebabkan oleh plak yang menyumbat pembuluh arteri. Ada beberapa penyebab lain yang bisa terjadi, antara lain:
- Spasme Arteri Koroner. Tidak hanya penyumbatan yang dapat mengganggu kerja jantung, tapi pembuluh yang menyempit akibat penebalan pada dindingnya juga dapat menyebabkan jantung tidak dapat mendistribusikan darah dengan baik ke seluruh tubuh. Penebalan dinding arteri tersebut dapat dikarenakan oleh kolesterol, merokok, atau lainnya.
- Spontaneous Coronary Artery Dissecsion (SCAD). Penyebab ini sangat berbahaya karena arteri di dalam jantung mengalami robekan. Kondisi ini sangat mengancam nyawa dan perlu diambil tindakan segera.
- Adanya infeksi. Otot jantung dapat mengalami kerusakan jika adanya infeksi dari bakteri, virus, dan lainnya.
Sedangkan pada gagal jantung, terdapat beberapa penyebab lainnya yang perlu diketahui. Serangan jantung juga merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami gagal jantung. Jadi, secara tidak langsung ketika Anda menjauhi penyebab serangan jantung, Anda juga menjauhi penyebab gagal jantung.
Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya yang dapat memperbesar seseorang mengalami gagal jantung, antara lain sebagai berikut:
- Hipertensi atau Tekanan darah tinggi. Saat tekanan darah seseorang meningkat, jantung harus bekerja dengan lebih ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pekerjaan yang sangat berat itu akan membuat otot jantung menjadi kaku atau menjadi lemah. Lama kelamaan jantung akan kesulitan memompa darah.
- Irama jantung tidak teratur. Sama seperti salah satu penyebab serangan jantung, artimia juga dapat menyebabkan gagal jantung ketika detaknya menjadi sangat lambat. Hal tersebut disebabkan karena ketika detak jantung tidak seperti biasa, beban kerja jantung akan bertambah. Beban tersebut berpengaruh pada otot jantung yang berhubungan dengan detaknya yang melambat.
- Penyakit katup jantung. Fungsi katup jantung adalah untuk menjaga aliran darah tetap lancar dan tidak membebani salah satu pihak. Terdapat empat katup yang dimiliki jantung. Jadi, jika salah satu katup bermasalah, maka katup yang lainnya harus menerima beban kerja ekstra, yang seiring waktu dapat melemahkan kondisi jantung.
- Riwayat penyakit jantung bawaan dari keluarga. Jika memiliki penyakit jantung yang diwariskan, penanganan harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadinya komplikasi lebih lanjut yang semakin berbahaya.
- Miokarditis. Sering juga disebut dengan peradangan otot jantung. Biasanya disebabkan oleh virus-virus, contohnya adalah virus Covid-19 dan HIV. Virus yang tak kunjung sembuh dapat menyebabkan gagal jantung.
- Penyakit lainnya. Ada beberapa jenis penyakit lain yang dapat menyebabkan gagal jantung, seperti tiroid, diabetes, obesitas, dan lainnya.
Namun, di sisi lain, gagal jantung juga bisa terjadi secara mendadak karena beberapa faktor, yang meliputi karena adanya alergi, gumpalan darah di paru-paru yang bisa disebabkan karena kecelakaan, penggunaan obat-obatan tertentu, dan reaksi alergi pada sesuatu.
Oleh karena itu, sebelum mengalami kondisi gagal jantung, Anda harus lebih memperhatikan kesehatan jantung dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin merupakan investasi kesehatan yang sangat mahal.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Serangan Jantung dan Gagal Jantung Terjadi?

Ada kalanya saat-saat darurat terjadi. Penderita penyakit jantung dan orang-orang sekitar perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan saat berada di situasi Anda atau orang sekitar mengalami permasalahan serangan jantung atau gagal jantung. Berikut adalah hal yang harus dilakukan dalam situasi ini.
- Segera hubungi ambulance melalui panggilan 119. Jangan coba-coba untuk menyetir sendiri dalam keadaan mendesak seperti ini karena akan berbahaya bagi diri sendiri dan pengendara sekitar. Pihak ambulance akan tiba dengan cepat dan membawa Anda.
- Sembari menunggu, tetap tenang dan hentikan segala aktivitas yang sedang dikerjakan. Panik akan semakin memperburuk keadaan. Tarik napas pelan-pelan jika memungkinkan.
- Minum obat-obatan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter.
- Jika penderita pingsan, periksa pernapasan dan lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) sesuai arahan petugas ambulance.
Namun, sebelum tindakan-tindakan darurat tersebut perlu dilakukan, sebaiknya periksakan kondisi jantung ke klinik terpercaya dan dapatkan perawatan yang tepat sesegera mungkin. Sejalan dengan itu, ubah pola hidup menjadi lebih sehat agar tidak memperparah kondisi jantung.
Kunjungi Klinik Jantung Dr. Gerard Leong
Mengetahui perbedaan antara serangan jantung dan gagal jantung memang merupakan langkah utama yang penting. Namun, hal yang lebih penting lainnya adalah mendapatkan diagnosis dengan perencanaan perawatan yang tepat dari dokter jantung.
Jika Anda memiliki beberapa gejala seperti di atas, baik berupa gejala serangan jantung atau gagal jantung, atau sekadar ingin melakukan pemeriksaan jantung preventif, Klinik Jantung Dr. Gerard Leong adalah pilihan yang tepat untuk kesehatan jantung Anda.
Mulai dari konsultasi awal, pemeriksaan secara menyeluruh, hingga perencanaan perawatan dengan peralatan canggih untuk penderita penyakit jantung ada di klinik Dr. Gerard Leong. Jangan tunda terlalu lama agar jantung Anda bisa bekerja kembali dengan baik. Hubungi Klinik Jantung Dr. Gerard Leong untuk menjadwalkan konsultasi atau pemeriksaan jantung menyeluruh!
