Waspadai Gejala Penyakit Jantung pada Wanita!

Share article

Gejala penyakit jantung pada wanita

Penyakit jantung terjadi karena jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh karena beberapa alasan, seperti menyempitnya pembuluh darah, rusaknya katup jantung, atau infeksi. Berbagai penyakit jantung bisa menyerang segala gender, baik pria atau wanita.

Hanya saja gejala penyakit jantung yang dialami oleh wanita bisa jadi lebih unik dan cukup berbeda dari pria pada umumnya. Data dari Kementerian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan bahwa dokter telah mendiagnosis adanya penderita penyakit jantung pria sebesar 1,3% dan wanita 1,6%.

Artinya, lebih banyak wanita yang mengalami sakit jantung dari pada pria. Salah satu penyebabnya adalah karena wanita memiliki sistem pembuluh darah (kardiovaskular) yang berbeda dari pria. Sehingga wanita lebih berisiko mengalami penyakit seperti serangan jantung, terlebih saat hamil atau menopause.

Apa Saja Perbedaan Sistem Kardiovaskular pada Pria dan Wanita?

Terdapat banyak perbedaan spesifik dalam sistem kardiovaskular antara pria dan wanita. Perbedaan-perbedaan inilah yang menunjukkan dengan jelas bahwa wanita lebih berisiko mengalami penyakit jantung dari pada pria. Perbedaan pada sistem pembuluh jantung ini pula yang menimbulkan perbedaan beberapa gejala penyakit jantung pada wanita. Beberapa daftar di antaranya adalah:

  • Hormon. Pria dan wanita memiliki hormon yang jumlahnya berbeda-beda dandapat berpengaruh pada kesehatan tubuh dan jantung.Pada wanita, kadar estrogen dan progesteron lebih tinggi. Sedangkan pria memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi. 
  • Jumlah sel darah. Sel darah merah pada wanita berjumlah lebih sedikit, terlebih pada saat menstruasi dan melahirkan. Akibatnya, sel-sel ini tidak dapat menyerap dan mendistribusikan oksigen lebih banyak dari pria.
  • Anatomi. Struktur jantung pada wanita lebih kecil dari pria. Oleh karena itu, wanita memiliki pembuluh darah dan bilik jantung lebih kecil, serta dinding ventrikel yang lebih tipis.
  • Proses adaptasi kardiovaskular. Tekanan dara pada wanita bisa menurun secara mendadak saat posisi tubuh berubah, seperti saat berbaring lantas langsung berdiri tiba-tiba. 

7 Gejala Penyakit Jantung pada Wanita

Seorang wanita sedang mengalami gejala penyakit jantung berupa nyeri dada.

Beberapa ciri-ciri sakit jantung yang timbul pada pria dan wanita memang berbeda. Akan tetapi, wanita terkadang mengalami gejala yang lebih halus dan sulit disadari. Selain itu, meski dengan jenis gejala yang sama, bentuk rasa sakit dan letak yang ditimbulkan cukup berbeda antara pria dan wanita.

Berikut adalah gejala penyakit jantung pada wanita yang perlu diperhatikan:

1. Nyeri Dada

Nyeri dada yang dialami oleh pria bisa saja sama dengan pria yang terasa seperti diremas-remas atau ditekan benda berat. Namun, ada kalanya nyeri dada pada wanita terasa seperti adanya sensasi terbakar atau sesak napas. 

Nyeri ini bisa merambat ke bagian tubuh yang lain, mulai dari leher, bahu, bagian atas perut, hingga punggung. Jangan biarkan terlalu lama jika dada sudah terasa sangat sakit. Seger acari pertolongan medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

2. Mual & Muntah

Gejala mual dan muntah lebih sering dialami oleh wanita dari pada pria. Mual atau muntah di sini adalah bentuk tubuh melindungi diri akibat adanya organ yang kekurangan aliran darah faktor permasalahan pada jantung. 

Kondisi ini terlihat mirip saat seseorang mengalami masalah pada pencernaan atau masuk angin. Namun, ini adalah masalah jantung serius yang perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter. Terlebih jika seseorang mengalami muntah yang berkepanjangan, maka jika tidak segera dilakukan tindakan 

3. Kepala Terasa Pusing atau Pingsan

Pusing atau kepala berkunang-kunang dapat terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan cukup kuat ke otak, yang membuat tekanan darah turun drastis. Gejala ini terasa seperti ruangan berputar-putar atau perasaan lemas tak bertenaga. Tak jarang gejala mual dan muntah juga menyertai saat kepala terasa pusing.

Pusing atau hampir pingsan juga bisa menjadi tanda kalau seorang wanita mengalami kondisi aritmia atau serangan jantung. Oleh karena itu, penderita harus peka terhadap gejala ini dan segera memeriksakan diri. Jangan lupa untuk mengabari orang sekitar tentang kondisi Anda agar mereka bisa segera melakukan tindakan cepat apabila tiba-tiba Anda pingsan.

4. Lelah Berlebihan

Wanita sering mengalami kondisi tubuh yang mudah lelah dan letih. Rasa kantuk juga kerap menyerang beriringan dengan perasaan lelah tersebut. Rasanya seperti energi terkuras habis saat melakukan aktivitas rutin yang tidak terasa terlalu berat, seperti membawa tas belanjaan.

Meski hanya melakukan aktivitas kecil, lelah berlebihan dapat muncul pada penderita penyakit jantung. Pembuluh darah yang tersumbat akan membuat jantung harus bekerja ekstra keras dan membawa dampak kelelahan pada tubuh juga.

5. Napas Pendek-Pendek

Napas pendek atau dyspnea adalah kondisi ketika seorang wanita merasakan sesak napas dan tidak dapat menarik napas dalam-dalam. Kondisi ini dapat muncul beriringan dengan rasa lelah berlebih setelah melakukan aktivitas kecil yang telah disebutkan di atas. 

Tidak hanya napas pendek, kulit juga akan terasa dingin dan mengeluarkan keringat dingin secara tiba-tiba. Pada wanita, napas pendek juga bisa muncul tanpa disertai nyeri pada dada. Kondisi ini juga dapat semakin parah ketika posisi tubuh telentang. Jika sesak napas semakin parah, maka orang tersebut bisa saja pingsan.

6. Nyeri di Salah Satu atau Kedua Lengan

Nyeri pada salah satu lengan atau keduanya juga dapat dirasakan oleh orang dengan indikasi penyakit jantung. Biasanya nyeri ini dimulai nyeri dada yang menjalar ke rahang, leher, bahu, hingga ke punggung.

Ada kalanya lengan dan jari-jari tangan juga bisa terasa keram, seperti terbakar, mati rasa, atau terasa berat. Jantung yang bermasalah telah mengganggu saraf yang berhubungan dengan organ-organ tersebut sehingga menimbulkan rasa nyeri.

7. Susah Tidur Malam

Gejala susah tidur pada wanita ini berhubungan dengan beberapa gejala lainnya, seperti terkadang merasa cemas tanpa sebab, susah bernapas saat berbaring, dan gangguan tidur atau insomnia. Pada penderita jantung, napas pendek-pendek akan lebih terasa saat tidur, makanya penderitanya harus segera duduk agar bisa merasa sedikit lega.

Gejala-gejala ini menunjukkan seseorang mengalami gagal jantung. Kondisi ini akan sangat berbahaya jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat sesegera mungkin. Jika Anda mengalami gejala seperti ini dan tinggal sendirian, persiapkan panggilan darurat agar bisa memencet dengan cepat saat dibutuhkan mendadak.

Penyebab Penyakit Jantung pada Wanita

Faktor risiko penyakit jantung koroner kronis pada wanita

Wanita memiliki faktor risiko penyakit jantung yang umum dan yang khusus. Beberapa penyebabnya sama dengan yang dialami oleh pria, namun tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa faktor risikonya membuat wanita memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh penyakit jantung.

Beberapa penyebab penyakit jantung pada wanita, baik secara umum dan secara khusus adalah sebagai berikut ini:

  • Memiliki pola hidup yang buruk. Ketika tubuh tidak bergerak aktif dalam jangka waktu yang lama, lemak-lemak bisa tertimbun secara cepat karena tidak diolah menjadi otot. Hasilnya adalah menimbulkan obesitas dan berpengaruh ke kinerja jantung.
  • Menopause. Wanita yang mengalami penuaan akan memiliki faktor risiko lebih besar mengalami penyakit jantung. Kadar estrogen yang menyusut ketika menopause dapat menyebabkan menyebabkan pembuluh jantung terganggu.
  • Merokok. Zat kimia dalam rokok dapat menurunkan kadar estrogen pelindung pada wanita. Tidak hanya itu, lapisan pembuluh darah juga dapat menipis jika sering mengonsumsi rokok.
  • Stres berat. Meski pria juga kerap mengalami stres, wanita biasanya lebih sering mengalami stres berat daripada pria. Stres akan berpengaruh pada tekanan darah, detak jantung, dan kadar gula.
  • Komplikasi kehamilan. Sistem kardiovaskular yang rentan pada wanita dapat mengeluarkan peringatan alami dalam bentuk komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan hipertensi saat hamil.
  • Diabetes. Wanita yang memiliki riwayat diabetes memiliki risiko lebih tinggi dalam mengembangkan penyakit jantung. Tidak hanya itu, penderita diabetes juga jarang merasakan gejala penyakit jantung karena rasa nyerinya sudah diubah menjadi berbeda dari umumnya.
  • Penyakit autoimun. Penyakit autoimun seperti lupus, psoriasis, atau rematoid dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk pada lapisan pembuluh darah dan jantung. Jika dibiarkan, peradangan ini akan mempercepat penumpukan plak atau aterosklerosis.
  • Riwayat keluarga. Risiko penyakit jantung yang dibawa oleh keluarga ini tidak dapat dicegah atau dihindari. Namun dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pasien dapat mengurangi kemungkinan komplikasi atau memperburuk penyakitnya.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Ketika Anda merasa mengalami beberapa gejala penyakit jantung seperti yang telah disebutkan di atas sekaligus, segera datangi rumah sakit atau klinik jantung pilihan. Jika gejalanya semakin parah, usahakan untuk meminta bantuan orang sekitar untuk mengantarkan Anda ke dokter. Jangan pernah berkendara sendiri saat kondisi tubuh tidak sehat, pusing, nyeri dada, atau sesak napas.

Klinik Jantung Dr. Gerard Leong di Singapura telah menjadi pilihan banyak orang untuk memeriksakan kondisi jantung mereka. Dapatkan pemeriksaan dari spesialis jantung secara menyeluruh dan perawatan yang tepat di klinik Dr. Gerard Leong. Jadwalkan janji temu terlebih dahulu agar proses perawatannya lebih efisien dan terstruktur.

Contact Form
Scroll to Top