Penyakit jantung sangat ditakuti oleh banyak orang. Bahkan, data terbaru menyebutkan bahwa tidak hanya orang dewasa menuju tua yang dapat mengalami permasalahan pada jantung, tapi anak muda pun bisa berisiko mengalaminya.
Pemahaman akan penyakit jantung sangat penting diterapkan sedini mungkin. Hal ini meliputi pengetahuan tentang ciri-ciri sakit jantung, penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya. Dengan begitu, permasalahan yang dialami oleh jantung bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya.
Apa itu Penyakit Jantung?

Penyakit jantung merupakan kondisi saat jantung bermasalah, dan permasalahan itu akan berbeda tiap jenis penyakitnya. Penyakit jantung atau kardiovaskular sendiri merupakan gabungan permasalahan yang dialami oleh jantung dan pembuluh darah.
Ada beberapa jenis kardiovaskular yang sangat berbahaya dan perlu perawatan khusus dari dokter spesialis jantung. Penyakit jantung yang sudah dalam tingkatan berbahaya ini tidak bisa disembuhkan dengan pencegahan mandiri, harus dengan prosedur dari dokter, yang meliputi obat-obatan atau pengobatan dengan alat khusus.
Namun, ada beberapa penyakit jantung lainnya yang masih bisa dicegah agar tidak semakin parah. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Beberapa jenis penyakit jantung yang cukup umum dan sering menyerang masyarakat di seluruh dunia adalah sebagai berikut:
- Penyakit jantung koroner (PJK): penyempitan arteri koroner oleh plak aterosklerosis sehingga aliran darah/oksigen ke otot jantung berkurang.
- Penyakit arteri perifer & gangguan vena: masalah pada pembuluh darah di luar jantung (misalnya tungkai) seperti penyempitan arteri atau gangguan vena.
- Aritmia: detak jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur.
- Gagal jantung: kemampuan pompa jantung menurun sehingga cairan menumpuk di paru/kaki.
- Penyakit katup jantung: katup tidak membuka lebar atau menutup rapat.
- Penyakit perikardium: gangguan pada kantong jantung (infeksi, peradangan, atau autoimun).
Setiap jenis penyakit jantung memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Namun, siapa saja tidak boleh melakukan self-diagnosed dan membeli obat-obatan sendiri. Penggunaan obat pada penderita penyakit jantung harus diawasi dengan resep dokter. Oleh karena itu, pelajari ciri-ciri penyakit jantung dengan baik, lalu konsultasikan dengan spesialis jantung agar kondisi jantung membaik.
Ciri-Ciri Penyakit Jantung

Ciri-ciri sakit jantung yang dimiliki oleh setiap orang memang berbeda. Terlebih jika jenis penyakit yang diderita juga tidak sama. Namun, ada beberapa ciri-ciri umum yang kerap terjadi pada semua penderita penyakit jantung dan bisa menjadi patokan agar seriap orang menjadi lebih waspada dan segera memeriksakan diri secara medis.
1. Nyeri Dada
Nyeri dada atau yang sering disebut dengan angina adalah salah satu gejala yang umum terjadi. Penyebabnya adalah karena aliran darah ke jantung berkurang dan membuat dada nyeri atau tidak nyaman.
Pada penderita masalah jantung, nyeri dada bisa bertahan cukup lama. Jika mengalaminya, segera periksakan diri ke klinik jantung terpercaya. Dokter akan mengevaluasi dan merekomendasikan penanganan yang sesuai.
Angina pada penderita PJK/iskemia bisa terasa seperti ada tekanan yang sangat berat, kencang, dan seperti ditekan. Saat mengalami kondisi ini, penderitanya mungkin mengalami sesak napas. Segera datangi rumah sakit terdekat saat itu juga atau hubungi ambulance untuk tindakan cepat.
2. Nyeri pada Rahang, Lengan, atau Punggung
Beberapa orang akan mengira nyeri pada rahang sebagai sakit gigi pada umumnya. Karena terkadang rasa nyerinya juga menjalar hingga ke gigi. Namun, nyeri itu tak kunjung sembuh meski sudah berkali-kali melakukan perawatan gigi.
Selain itu, anggota badan seperti lengan, leher dan punggung juga bisa mengalami nyeri bagi penderita serangan jantung. Jadi, jika ada ciri-ciri sakit pada bagian tubuh tersebut, segera lakukan konsultasi dengan pihak medis. Penyakit serangan jantung tidak bisa dianggap sepele dan harus segera ditindaklanjuti.
3. Bengkak pada Kaki atau Pergelangan Kaki
Pada saat jantung tidak dapat memompa darah dengan baik, kemungkinan akan muncul cairan yang berkumpul di tubuh bagian bawah. Cairan ini akan terus menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, yang juga disebut edema, pada kaki atau pergelangan kaki. Tidak jarang edema juga bisa terjadi pada perut, yang membuat perut terlihat sangat buncit.
Meski pembengkakan kaki atau perut terjadi karena faktor lain, seperti terlalu lama berdiri atau penumpukan lemak pada perut, penderitanya juga patut waspadai ciri-ciri ini. Walaupun mungkin bukan penyakit jantung, tapi melakukan pemeriksaan rutin akan membantu untuk mencegah penyakit lain sedini mungkin.
4. Badan Terasa Sangat Lelah
Badan bisa terasa sangat lelah jika tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup karena pembuluh darah menyempit. Saat tubuh kelelahan, memang seringkali diakibatkan karena sudah beraktivitas terlalu banyak. Namun, beberapa kondisi kelelahan juga dapat terjadi dengan tidak wajar.
Pada seseorang yang mengalami permasalahan jantung dan pembuluh darah, tubuh bisa terasa sangat lelah meski baru beraktivitas sedikit. Ada kalanya seseorang akan merasa sangat lemah hingga tidak bisa melakukan apapun. Meski terkadang gejala ini bisa hilang dengan beristirahat, pemeriksaan kondisi jantung perlu dilakukan.
5. Batuk Terus-Terusan
Paru-paru bisa menjadi tempat menumpuknya cairan ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Kondisi ini akan menimbulkan batuk dan terkadang mengalami napas terengah-engah. Cairan yang menumpuk di paru-paru (edema paru) ini akan menghalangi kantung udara bekerja dengan semestinya. Makanya respon yang didapatkan adalah dalam bentuk batuk.
Terkadang, pada penderita gagal jantung akan keluar cairan atau dahak berwarna putih atau pink dari mulut saat batuk tak kunjung berhenti. Batuk bisa saja terus-terusan terjadi saat tidur. Karena pada saat tubuh dalam posisi berbaring, cairan dalam paru-paru akan semakin meningkat, yang membuat batuk semakin parah.
Penyakit jantung bisa saja ditemukan lebih cepat dengan pemeriksaan rutin. Jadi, segera bicarakan segala keluhan jika merasa mengalami ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Semakin cepat tindakan yang dilakukan, semakin besar peluang untuk membaik.
Apa Saja Penyebabnya?
Penyakit jantung dipengaruhi faktor yang dapat diubah (gaya hidup/kondisi medis) dan yang tidak dapat diubah (usia, riwayat keluarga, bawaan). Mengenali penyebab sakit jantung berguna agar penderitanya dapat melakukan pencegahan nantinya.
Menjaga kesehatan jantung sendiri sama dengan menjaga kesehatan jantung keturunan juga. Berikut daftar penyebab penyakit jantung yang perlu diketahui.
- Batasi konsumsi alkohol secara berlebihan.
- Merokok.
- Memiliki tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol.
- Badan mengalami obesitas parah.
- Tingkat kolesterol dalam darah sangat tinggi.
- Memiliki diabetes yang jarang diperiksa.
- Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, herbal, atau suplemen yang berpengaruh pada jantung.
- Memakai narkoba atau zat terlarang lainnya.
- Memiliki tingkat stres yang cukup tinggi.
- Jarang melakukan aktivitas fisik seperti olah raga.

Ada beberapa penyakit jantung lainnya yang disebabkan oleh penyakit jantung juga, atau yang disebut dengan komplikasi. Beberapa penyakit jantung yang dapat menimbulkan permasalahan jantung lainnya adalah:
- Aritmia dapat muncul pada kardiomiopati atau penyakit arteri koroner.
- Penyakit katup dapat disebabkan oleh endokarditis atau degeneratif.
- Gagal jantung dapat terjadi akibat penyakit arteri koroner, kardiomiopati, penyakit katup, atau infeksi jantung.
- Aneurisma arteri meningkatkan risiko pecah atau bekuan darah; kondisi ini darurat bila terjadi perdarahan.
- Stroke dapat terjadi bila gumpalan dari jantung (mis. pada fibrilasi atrium atau setelah serangan jantung) menyumbat pembuluh di otak.
Cara Mencegah Penyakit Jantung
Sebelum mendapat diagnosis penyakit jantung, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mencegah dan menekan agar masalah jantung tidak muncul. Jika sudah memiliki riwayat penyakit jantung, beberapa cara pencegahan ini juga dapat membuat badan menjadi lebih sehat dan jantung lebih kuat. Berikut adalah beberapa cara mencegah penyakit jantung.
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap.
- Aktif secara fisik: target 150 menit/minggu aktivitas sedang (atau 75 menit berat), plus latihan kekuatan 2×/minggu.
- Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
- Kelola berat badan dan pola makan seimbang (lebih banyak sayur, buah, biji-bijian, protein tanpa lemak; batasi garam, gula, lemak jenuh/trans).
- Kelola stres, tidur 7–9 jam per hari.
- Batasi alkohol; beberapa orang perlu menghindari sama sekali—konsultasikan dengan dokter.
Mengatur pola hidup seperti di atas merupakan bentuk pencegahan serta bukti bahwa orang-orang menyayangi tubuhnya sendiri. Selain dapat membuat jantung sehat, mengatur hidup sehat juga dapat membuat hidup lebih bahagia dan terhindar dari berbagai penyakit lainnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jantung adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh. Tidak ada yang bisa menggantikan kinerja jantung untuk menyuplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Jika jantung dan pembuluh darahnya bermasalah, keseimbangan tubuh juga akan bermasalah. Berbagai ciri-ciri akan muncul yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Ketika menyadari ada beberapa tanda penyakit jantung pada tubuh, seperti yang telah disebutkan di atas, Anda harus segera berkonsultasi dengan spesialis jantung terpercaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Klinik jantung Dr. Gerard Leong di Singapura telah menangani ribuan pasien jantung dengan berbagai jenis permasalahan. Tentunya klinik-klinik di Singapura telah menyediakan berbagai alat canggih untuk mendeteksi secara akurat permasalahan pada jantung Anda.
Selain itu, pengobatan juga akan dilakukan dengan menyeluruh dan lebih detail menggunakan alat-alat canggih tersebut. Tentukan jadwal konsultasi bersama Dr. Gerard Leong sekarang juga jika Anda atau kerabat Anda mengalami ciri-ciri sakit jantung seperti di atas!