Apakah Jantung Bengkak Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasannya

Share article

Seseorang sedang menunjukkan anatomi jantung normal

Pertanyaan tentang apakah jantung bengkak bisa disembuhkan kerap sering terdengar di telinga. Jantung bengkak atau kardiomegali adalah suatu kondisi yang membuat jantung harus bekerja dengan lebih keras. 

Ketika jantung membesar atau membengkak, tandanya tubuh sedang memberi respons atau peringatan karena jantung sedang mengalami masalah, seperti adanya kelainan pada katup jantung, hipertensi yang tidak terkendali, gagal jantung, dan lainnya. Intinya, jantung bengkak bukanlah penyakit, tetapi kondisi jantung karena merespons sebuah gangguan padanya.

Namun, untuk mengetahui apakah kondisi ini bisa disembuhkan atau tidak, semua tergantung dari seberapa parah penyebabnya dan seberapa cepat dan bagus penanganan yang dilakukan oleh sang pemilik tubuh.

Penyebab Jantung Bengkak

Seorang pria sedang memegang dada karena sakit jantung

Kondisi jantung bengkak bisa diakibatkan oleh segala penyakit yang dapat membuat jantung harus bekerja dengan keras. Mulai dari penyebabnya yang ringan, yaitu anemia hingga penyakit berat seperti penyakit katup jantung, miokarditis, dan lainnya.

Menurut Clevelend Clinic, kondisi jantung bengkak ini bisa diibaratkan bentuknya seperti lengan yang sering bekerja keras dengan workout. Semakin sering workout, semakin besar pula ukuran lengkan karena terbentuknya otot. Hanya saja, berbeda dengan lengan yang menjadi lebih kuat, jantung membengkak malah membuat jantung tidak dapat berfungsi dengan baik lagi.

Penyakit yang paling sering menjadi penyebab jantung bengkak adalah Penyakit Jantung Koroner. Di mana penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serangan jantung hingga gagal jantung. Namun, selain itu penyebab membengkaknya jantung lainnya dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

a. Faktor Gaya Hidup yang Buruk

Gaya hidup yang buruk memang dapat menyebabkan banyak macam masalah serius dalam kesehatan. Orang yang tidak memiliki pola hidup yang baik sering kali mengonsumsi makanan penuh lemak, tinggi kadar garam dan gula, serta tidak mengontrol asupan lainnya. 

Biasanya juga kelompok ini jarang melakukan aktivitas fisik, yang pada akhirnya membuat lemak yang dikonsumsi hanya tertimbun di dalam tubuh. Aktivitas-aktivitas seperti ini dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti obesitas, kolesterol, hingga diabetes.

Merokok juga dapat membahayakan jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, baik merokok, mengonsumsi minuman alkohol, hingga menggunakan obat-obatan terlarang akan berdampak baik bagi tubuh, khususnya kinerja jantung.

Jantung membengkak yang diakibatkan oleh gaya hidup dapat disembuhkan perlahan dengan mengubah pola hidup sehat. Pasien juga harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan langkah-langkah yang tepat agar jantung bisa kembali ke bentuk yang semula.

b. Faktor Riwayat Keturunan

Penyakit jantung dapat diturunkan dari keluarga kepada anak yang akan dilahirkan. Permasalahan ini juga disebut dengan cacat jantung bawaan. Namun, seorang wanita hamil yang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mewarisi anaknya penyakit jantung. Jadi, tidak hanya warisan dari penderita jantung saja yang dapat diterima oleh keturunan, pengaruh pengobatan yang dilakukan oleh sang ibu juga menjadi salah satu alasan.

Cacat jantung bawaan ini akan menyebabkan dinding jantung, katup jantung, serta pembuluh darah bermasalah Hasilnya, jantung harus bekerja keras untuk dapat mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini akan membuat jantung membesar.

Jika penyebabnya adalah penyakit bawaan, sering kali penanganan yang dibutuhkan oleh penderita jantung bengkak adalah berupa operasi atau kombinasi obat-obatan. Meski ukuran jantung akan susah kembali ke kondisi normal, tapi pasien tersebut akan dapat menikmati hidup yang baik kembali.

c. Faktor dari Penyakit Lainnya

Ada berbagai penyakit yang dapat mempengaruhi kinerja jantung hingga membuat bentuk jantung membesar. Untuk mengobati jantung bengkak dari penyebab seperti ini diperlukan pengobatan yang intensif, perubahan gaya hidup, atau pun pembedahan. Jangan biarkan penyakit ini tambah parah, yang dapat membuat fungsi jantung semakin memburuk.

Berikut adalah beberapa penyakit lainnya yang dapat membuat jantung bengkak:

  • Penyakit autoimun, seperti lupus atau artritis rheumatoid. Autoimun ini akan membuat sistem kekebalan tubuh keliru untuk menyerang sendi yang sehat, yang membuat peradangan dan nyeri. Jantung juga bisa berdampak dari kesalahan penyerangan itu.
  • Kardiomiopati adalah kondisi otot jantung yang abnormal karena penyumbatan pembuluh darah. Ini akan menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik.
  • Miokarditis adalah peradangan otot jantung yang disebabkan oleh virus. Sel-sel jantung yang rusak akan membuat jantung melemah, yang pada akhirnya dapat membuat jantung membengkak.
  • Tiroid. Baik saat penurunan hormon tiroid atau saat peningkatannya, kondisi jantung dapat melemah karena penyakit ini. Tiroid dapat membuat kadar kolesterol dan darah tinggi semakin meningkat.
  • Penyakit katup jantung adalah kondisi di mana salah satu katup yang berfungsi menyekat ruangan untuk jantung bekerja dengan teratur, malah tidak bisa berfungsi dengan baik. Dengan demikian, jantung harus bekerja dengan lebih keras agar aliran darah tidak bisa terdistribusikan ke seluruh tubuh.

Gejala Jantung Bengkak Yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi perawatan jantung menggunakan obat-obatan

Kadang kala, jantung bengkak tidak memiliki gejala sama sekali. Perubahan bentuknya baru dapat terlihat ketika pasien memeriksakan jantungnya, baik karena ada penyakit jantung lain atau saat pemeriksaan kesehatan jantung.

Namun, seiring waktu, beberapa gejala umum akan timbul yang berkaitan dengan berkurangnya kemampuan jantung dalam memompa darah secara efektif. Berikut ini adalah beberapa gejala jantung bengkak yang perlu diwaspadai dan segera mendapatkan perawatan.

  • Sesak napas (dispnea): Ini adalah gejala yang paling umum dan sering dirasakan. Awalnya mungkin hanya muncul saat beraktivitas fisik (seperti naik tangga atau berjalan jauh), tetapi dapat berkembang menjadi sesak napas saat berbaring telentang (ortopnea) dan bahkan sesak napas yang membangunkan di malam hari (dispnea nokturnal paroksismal).
  • Mudah lelah secara berlebihan: Orang dengan fungsi jantung yang kurang baik akan mudah merasa lelah dan tidak bertenaga sepanjang hari, bahkan setelah melakukan aktivitas ringan. Ini terjadi karena otot dan organ tubuh tidak mendapat pasokan darah kaya oksigen yang cukup.
  • Perut atau pergelangan kaki membengkak (edema): Jantung yang melemah menyebabkan aliran darah melambat, sehingga cairan dapat meresap dan menumpuk di jaringan tubuh, terutama di bagian bawah akibat gravitasi. Hal ini menimbulkan pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau tungkai, yang sering meninggalkan lekukan jika ditekan.
  • Palpitasi atau detak jantung tidak normal: Kondisi ini adalah saat jantung berdetak terlalu kencang, berdebar tidak teratur, atau seperti ada jeda pada detak jantung. Ini bisa menjadi tanda aritmia yang menyertai jantung bengkak.
  • Pusing, sakit kepala, atau sering hampir pingsan: Tekanan darah yang tidak stabil dan berkurangnya aliran darah ke otak akibat pompa jantung yang tidak optimal dapat menyebabkan gejala seperti ini.
  • Nyeri dada (angina): Nyeri ini cukup umum terjadi pada penderita gangguan jantung. Rasanya dada seperti ditekan beban yang berat atau pun diremas. Pada beberapa kondisi dada bisa terasa perih seperti terbakar.
  • Batuk yang parah, terutama saat berbaring. Terkadang batuk dapat disertai dahak berbusa yang berwarna putih atau merah muda akibat adanya cairan di paru-paru (edema paru).

Mengenali gejala-gejala ini sejak dini adalah langkah utama untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih parah. Jangan anggap remeh kelelahan atau sesak napas yang dianggap biasa saja. Diagnosis dan penanganan tepat waktu oleh ahli jantung sangat menentukan kualitas hidup pasien ke depannya.

Apakah Jantung Bengkak Bisa Disembuhkan?

Perbandingan bentuk jantung normal dan jantung bengkak Perbandingan bentuk jantung normal dan jantung bengkak

Dalam dunia medis, tujuan utama perawatan jantung bengkak bukan selalu untuk menyembuhkan dan mengembalikan kondisi jantung seperti semula. Tapi, ada kalanya tujuan perawatan adalah untuk mengobati penyebabnya, mencegah kondisi semakin memburuk, mengelola gejala, serta memperbaiki fungsi jantung sehingga kualitas hidup pasien tetap baik.

Untuk menjawab pertanyaan apakah jantung bengkak bisa disembuhkan, jawabannya adalah tergantung penyebabnya. Ada yang bisa disembuhkan dan bentuk jantung kembali ke semula pada penderita yang penyebabnya masih ringan seperti hipertensi. Dengan pengobatan yang konsisten dan dapat mengatasi tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol itu, maka bentuk jantung juga akan kembali ke semula.

Ada juga kondisi jantung bengkak yang bisa dikontrol dengan baik, tapi tidak dapat kembali ke bentuk normal seperti sedia kala. Ini bisa terjadi jika pasien memiliki penyakit jantung akibat riwayat keturunan. Dengan melakukan perawatan yang tepat dan pola hidup sehat, perkembangan penyakit bisa diperlambat dan pasien dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Namun, jika kerusakan jantung sudah sangat parah, pengobatan yang dilakukan harus lebih dalam untuk mencegah terjadinya komplikasi. Beberapa cara yang biasa disarankan oleh dokter jantung adalah dengan meresepkan kombinasi obat, menggunakan alat bantu jantung, atau transplantasi. 

Jantung bengkak hanya bisa kembali ke bentuk normal jika penyebabnya masih ringan dan mendapat penanganan segera. Namun, jika penyebabnya sudah berat, tindakan perawatan yang tepat serta mengadopsi pola hidup sehat dapat memperbaiki fungsi jantung dan pasien dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik kembali.

Kapan Harus ke Dokter?

Diagnosis yang tepat dan penanganan dini merupakan salah satu kunci utama untuk menentukan apakah jantung bengkak bisa disembuhkan. Semakin cepat kondisi kardiomegali terdeteksi, semakin besar pula peluang yang didapatkan untuk mencegah kerusakan area jantung lebih lanjut. 

Jangan abaikan sinyal yang dikirimkan oleh tubuh. Jantung telah mengorbankan dirinya untuk melebar agar fungsi lainnya masih bisa dikerjakan dengan baik. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter jantung Anda jika mengalami gejala-gejala yang cukup serius secara bersamaan, seperti:

  • Nyeri hebat di dada.
  • Memiliki riwayat penyakit gagal jantung.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung bawaan lainnya.
  • Pingsan mendadak.

Jika sampai Anda mengabaikan gejala-gejala berat seperti yang telah disebutkan, ini akan membuat peluang jantung bengkak kembali ke ukuran normal menjadi semakin kecil. Namun, ketika mendapatkan pemeriksaan menyeluruh oleh ahlinya, jantung Anda bisa segera dirawat secara cepat dan tepat.

Klinik jantung Dr. Gerard Leong di Singapura merupakan klinik jantung yang memiliki berbagai peralatan medis canggih dan menawarkan perawatan yang komprehensif. Pasien di sini akan ditangani secara khusus oleh ahli jantung yang terpilih. Dengan begitu, perawatan bisa segera dilakukan oleh tangan-tangan yang tepat.

Kunjungi website Klinik Dr. Gerard Leong sekarang untuk menjadwalkan konsultasi mengenai kondisi jantung. Dapatkan penjelasan medis yang mendetail sesuai kondisi Anda oleh para spesialis jantung di klinik tersebut.

Contact Form
Scroll to Top