6 Gejala Jantung Bengkak dan Pengobatannya

Share article

Apa itu Jantung Bengkak?

Ilustrasi pemeriksaan jantung bengkak

Jantung bengkak atau kardiomegali adalah sebuah kondisi di mana bentuk jantung menjadi lebih tebal dan melebar secara tidak normal. Alhasil, darah susah dipompa ke seluruh tubuh karena pembengkakan itu. Kondisi ini bisa saja terjadi secara permanen atau hanya sementara. Meski demikian, banyak kasus dapat ditangani dengan diagnosis dini serta perawatan yang tepat.

Kardiomegali bukan penyakit tersendiri, melainkan temuan berupa pembesaran jantung yang umumnya disebabkan oleh kondisi lain. Kondisi inilah yang menunjukkan bahwa jantung seseorang tidak berada dalam keadaan optimal dan memerlukan perawatan, karena pembesaran jantung dapat meningkatkan risiko gagal jantung maupun stroke.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, dan cara pengobatan kardiomegali agar penyakit jantung serius tidak menghampiri. Beberapa kemungkinan penyebab kardiomegali adalah sebagai berikut:

  • Infeksi katup jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Gagal ginjal.
  • Mengonsumsi rokok, narkoba dan alkohol.
  • Virus miokarditis.
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Kardiomiopati.
  • Mengalami anemia (kekurangan sel darah merah).
  • Rheumatoid arthritis.
  • Hipertiroid.

Pada dasarnya penyebab jantung membengkak adalah karena jantung bekerja terlalu keras dalam memompa darah. Untuk mengetahui apakah jantung Anda membengkak atau tidak, kenali gejala-gejalanya lebih lanjut.

6 Gejala Jantung Bengkak

Ilustrasi anatomi jantung manusia.

Tidak semua orang dengan pembesaran jantung mengalami gejala. Selain itu, sebagian orang masih dapat beraktivitas sehari-hari dengan baik. Meski demikian, beberapa gejala kardiomegali perlu diketahui sebagai langkah antisipasi agar kondisinya tidak memburuk. Simak daftar gejalanya di bawah ini:

1. Aritmia

Aritmia adalah gangguan irama jantung ketika detak menjadi terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Keluhan bisa muncul meski sedang beristirahat, misalnya terasa berdebar, “melompat-lompat,” atau tidak beraturan.

Aritmia terjadi karena gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur detaknya. Perubahan struktur jantung—seperti pembesaran ruang jantung (kardiomegali)—dapat meningkatkan risiko terjadinya aritmia, demikian pula kondisi lain seperti penyakit katup, hipertensi, gangguan elektrolit, kelainan tiroid, obat/perangsang, atau sleep apnea.

2. Sesak Napas (Dyspnea)

Dyspnea adalah rasa napas terasa pendek atau berat. Keluhan dapat tampak sebagai napas lebih cepat atau dangkal, terutama saat beraktivitas. Pada kardiomegali, sesak terjadi karena fungsi pompa jantung menurun sehingga tekanan di sisi kiri jantung meningkat dan terjadi bendungan cairan di paru, yang membuat pertukaran oksigen menjadi lebih sulit.

Keluhan sering memburuk saat berbaring (orthopnea) atau membangunkan di malam hari (paroxysmal nocturnal dyspnea). Untuk meredakan sementara, duduk tegak atau posisi tripod, sandarkan punggung dengan beberapa bantal, dan coba pursed-lip breathing (tarik napas lewat hidung, hembuskan perlahan melalui bibir yang mengerucut). Karena sesak napas memiliki banyak penyebab, sebaiknya periksakan diri ke dokter bila keluhan berulang atau memburuk.

3. Tubuh Terasa Lemah dan Mudah Lelah

Salah satu penyebab jantung bengkak adalah kardiomiopati, yaitu kelainan otot jantung yang dapat menyebabkan penebalan (hipertrofi) atau pelebaran (dilatasi) ruang jantung. Perubahan ini menghambat kinerja pompa jantung sehingga curah jantung menurun dan pasokan darah/oksigen ke jaringan berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terasa lemah dan cepat lelah.

Keluhan dapat muncul bahkan saat melakukan aktivitas ringan, dan saat dipaksakan dapat disertai sesak napas. Istirahatkan tubuh dan hindari aktivitas berat saat gejala muncul. Segera periksakan diri bila keluhan menetap atau memburuk.

4. Edema pada Kaki dan Perut

Edema adalah pembengkakan akibat penumpukan cairan di jaringan. Pada gangguan jantung—termasuk kardiomegali yang disertai gagal jantung—tekanan pada sisi vena dapat meningkat dan tubuh menahan natrium serta air, sehingga cairan lebih mudah merembes ke jaringan. Akibatnya, pembengkakan sering muncul pada bagian yang “dependen” seperti pergelangan kaki, betis, dan kaki, serta dapat terjadi penumpukan cairan di perut (asites).

Perlu diingat, edema juga bisa disebabkan oleh gangguan selain masalah jantung, misalnya gangguan vena, ginjal, atau hati, maupun efek samping obat-obatan.. Periksakan diri bila pembengkakan tidak membaik, bertambah berat, atau disertai tanda lain seperti sesak napas, berat badan naik cepat, atau bengkak menyebar.

5. Sering Pusing dan Pingsan

Pusing hingga pingsan (sinkop) terjadi ketika aliran darah ke otak menurun sesaat. Pada masalah jantung, hal ini dapat dipicu oleh aritmia (detak terlalu cepat/lambat), kelainan katup atau sumbatan aliran keluar (misalnya stenosis aorta), penurunan curah jantung, atau tekanan darah yang turun.

Bila merasa akan pingsan, segera duduk atau berbaring dan angkat kaki, kendurkan pakaian yang ketat, dan hindari berdiri mendadak. Hubungi bantuan darurat bila pingsan terjadi saat aktivitas berat, disertai nyeri dada, berdebar hebat, sesak napas, atau ada riwayat penyakit jantung/kematian mendadak dalam keluarga.

6. Naik Berat Badan

Berat badan yang bertambah adalah gejala yang mungkin terjadi jika jantung sedang membengkak. Cairan akan terus menumpuk karena jantung tidak dapat mengalirkan darah dengan baik ke seluruh tubuh, termasuk ginjal.

Fungsi ginjal adalah menyaring kotoran yang dibawa dari darah untuk dibuang. Ketika berkurangnya aliran darah ke ginjal, maka zat seperti air dan garam tidak bisa tersaring sehingga cairan akan semakin menumpuk dalam tubuh dan membuat beberapa bagian tubuh membengkak. 

Pada beberapa orang dengan gagal jantung, berat badan bahkan bisa naik sekitar 2 kg dalam beberapa hari saja karena penumpukan cairan. 

Pengobatan Jantung Bengkak

Pengobatan terhadap jantung bengkak

Ada berbagai jenis pengobatan terhadap jantung bengkak, tergantung apa penyebabnya. Penatalaksanaan kardiomegali bergantung pada penyebabnya. Tujuannya adalah meringankan gejala, memperbaiki fungsi pompa jantung dan kapasitas aktivitas, mencegah perburukan serta komplikasi (misalnya gagal jantung dan aritmia). Pada sebagian kasus, ukuran/struktur jantung dapat membaik setelah penyebab dasarnya ditangani, namun tidak selalu demikian.

1. Mengubah Pola Hidup

Cara yang paling mudah dan murah untuk mencegah dan mengobati jantung bengkak adalah dengan menjalani pola hidup yang sehat. Cara ini pula dapat membantu agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang lain. Pola hidup sehat yang dapat dijalani berupa:

  • Pola makan seimbang. Perbanyak sayur, buah, gandum utuh, protein tanpa lemak; batasi garam (sesuai anjuran dokter, sering kali perlu pembatasan pada edema), batasi lemak jenuh/trans dan gula tambahan.
  • Aktivitas fisik teratur. Target ±150 menit/minggu aktivitas intensitas sedang (mis. jalan cepat, bersepeda ringan), bisa dibagi 20–30 menit/hari, plus latihan kekuatan 2x/minggu. Mulai perlahan, hentikan bila timbul nyeri dada, pusing, atau sesak berat.
  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Alkohol & zat terlarang. Hindari alkohol pada kardiomiopati terkait alkohol; selain itu, batasi/hentikan sesuai arahan dokter. Hindari obat/zat terlarang.
  • Pantau dan periksa berkala. Tekanan darah, profil lipid, dan gula darah; patuh minum obat sesuai resep.
  • Kendalikan stres & tidur cukup. Pertimbangkan evaluasi sleep apnea bila mendengkur keras/mengantuk siang hari.
  • Pemantauan cairan/berat badan. Timbang setiap hari pada waktu yang sama; laporkan kenaikan cepat (±1–2 kg dalam 1–3 hari). Ikuti anjuran soal pembatasan cairan bila diberikan.
  • Obat bebas & vaksinasi. Hindari penggunaan NSAID tanpa arahan dokter; diskusikan vaksin influenza dan pneumokokus sesuai anjuran.

2. Obat-Obatan

Dokter jantung akan meresepkan obat-obatan yang akan membantu mengobati penyebab jantung bengkak, meredakan gejala, meningkatkan fungsi, dan dalam beberapa kasus dapat membalikkan proses remodeling. Pemberian jenis obat-obatan ini dilakukan setelah memeriksa penyebabnya. Jadi, Anda tidak bisa membeli sendiri obat-obatan ini. Berikut beberapa obat-obatan untuk kardiomegali yang mungkin diresepkan oleh dokter:

  • Obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Beta blocker yang dapat memperlambat detak jantung, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), atau penghambat reseptor angiotensin II (ARB) yang dapat meringankan beban kerja jantung adalah obat-obatan yang bisa digunakan jika Anda mengalami hipertensi. Selain itu, fungsi jantung Anda juga akan semakin membaik.
  • Antikoagulan. Pada beberapa jenis kardiomegali, terutama bila disertai gangguan irama seperti fibrilasi atrium, risiko pembekuan darah dapat meningkat. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat antikoagulan untuk mengurangi risiko terbentuknya bekuan darah yang bisa memicu stroke atau emboli.
  • Diuretik merupakan obat yang dapat mengurangi jumlah air dan natrium. yang bekerja dengan mengubah cara ginjal menangani reabsorpsi natrium di berbagai bagian tubulus ginjal, meningkatkan ekskresi natrium dan air dalam urin. Dengan kata lain, deuratik dapat membantu mengurangi bengkak akibat edema dan sesak napas. 
  • Obat antiaritmia. Obat ini bertujuan untuk mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi yang dapat disebabkan oleh aritmia atau kondisi detak jantung yang tidak karuan.

3. Operasi atau Prosedur Medis Lainnya

Prosedur medis seperti operasi dan lain-lain akan dilakukan jika pemberian obat sudah tidak mempan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan, seperti:

  • Implan pacemaker. Bertujuan agar detak jantung kembali stabil seperti sedia kala.
  • Operasi bypass arteri koroner. Tindakan ini dilakukan dengan cara menyambungkan arteri sehat di bawah arteri yang tersumbat. Sehingga aliran darah akan lancar kembali.
  • Memasang implant ICD (Implantable Cardioverter-Defibrillator). Alat ini akan memantau irama jantung secara berkala dan mengoreksi irama yang terlalu cepat atau tidak teratur dengan memberikan kejutan listrik, serta membantu mencegah kematian mendadak akibat gangguan irama jantung yang berbahaya.
  • Pemasangan Left Ventricular Assist Device (LVAD). Alat bantu ventrikel kiri ini digunakan sebagai pompa mekanis untuk dapat membantu jantung dalam pekerjaannya memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Operasi pada katup jantung. Salah satu penyebab jantung bengkak adalah adanya infeksi pada katup jantung, seperti endokarditis infektif. Namun, operasi itu sendiri tidak secara langsung “menghilangkan” infeksi; melainkan mengangkat atau mengganti jaringan rusak yang terkena infeksi setelah pengobatan antibiotik yang tepat diberikan.
  • Transplantasi jantung. Transplantasi jantung dipertimbangkan pada pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang tidak membaik dengan pengobatan dan tindakan lain, sering kali disertai gejala berat atau gangguan irama yang sulit dikendalikan.

Apakah Harus ke Dokter?

Kondisi jantung bengkak atau kardiomegali dapat berbahaya tergantung pada penyebab dan perkembangannya. Jika beberapa tanda seperti di atas muncul, serta penderitanya merasa telah melakukan beberapa hal yang dapat menyebabkan jantung bengkak, maka sebaiknya segera periksakan kondisi jantung ke klinik jantung terpercaya.

Ada beberapa gejala yang perlu dianggap serius dan harus segera ke dokter, seperti:

  • Nyeri dada yang tak kunjung membaik.
  • Susah bernapas.
  • Hampir pingsan, atau sampai pingsan.

Kunjungi klinik Dr. Gerard Leong di Singapura untuk perawatan terhadap keluhan gejala penyakit jantung yang Anda alami. Di sana semua pasien akan diperiksa secara menyeluruh menggunakan alat-alat canggih dan akan mendapatkan pengobatan sesuai hasil diagnosis yang keluar. Pesan jadwal konsultasi di klinik Dr. Gerard Leong sekarang juga!

Contact Form
Scroll to Top